Depresi dan Kurang Iman

thumbnail badak satu
Jangan lupa join channel telegram kami, untuk mendapatkan informasi terbaru. Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial

Pernah nggak sih kamu dituduh tak memiliki iman karena curhatnya sama manusia? Mungkin kamu punya banyak dilema sampai membuat kamu tertekan bahkan stress. Sayangnya banyak penduduk yang masih beranggapan jikalau frustasi sama seperti dengan kurang kepercayaan. Depresi sendiri adalah gangguan situasi hati atau mood yang ditandai dengan perasaan duka yang mendalam dan rasa tidak peduli. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau sedih. Seseorang dinyatakan mengalami tertekan kalau telah 2 minggu merasa murung, putus cita-cita, atau tidak berguna.

Baca Juga: Kenapa Orang Bisa Mengalami Depresi?

Emang apa sih tugas agama untuk kesehan mental? Menurut penelitian nyatanya orang yang lebih religius mempunyai keadaan psikologis yang bagus dibandingan orang yang tingkat religiusitasnya rendah. Orang yang lebih religius juga punya lebih sedikit gejala depresi. Tapi stigma di komunitas beragama menyebutkan bahwa agama bisa memperburuk kesehatan mental seseorang. Masih ada komunitas beragama yang melihat stress sebelah mata, mereka menyaksikan orang yang tertekan itu alasannya adalah berdosa atau diganggu setan. Nah dari sini muncullah self-stigma, apa sih self-stigma itu? Yaitu proses seseorang menyepakati stigma sampai ia mengaplikasikannya ke diri sendiri.

Klik & Baca Juga :  Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Baca Juga: 5 Ciri Seseorang Sedang Mengalami Depresi

Orang yang beragama itu punya level self-stigma yang tinggi dibandingkan populasi umum. Efeknya yaitu orang yang punya self-stigma tinggi tidak inginmencari derma profesional kalo mengatakan mengenai mental health. Ini akan jadi persoalan, saat orang yang mengalami stress itu memerlukan dukungn sosial dari orang sekitar malah risikonya orang yang memiliki stigma akan mendiskriminasikan orang yang deperesi.

Seseorang mengalami tanda-tanda frustasi atau frustasi bukan alasannya adalah lemah iktikad, mirip yang banyak penduduk tudingkan. Namun justru alasannya adalah lemahnya pinjaman sosial, yang malah menganggap orang yang depresi sedang dalam kondisi sakit jiwa, atau menunjukan orang yang kurang kepercayaan bahkan kurang bertakwa dan kurang gigih.

Teruntuk masyarakat yang berpendapat jika stress ialah kurang dogma, kita mampu mengibaratkan mirip ini. Jika kita sakit pasti kita pergi ke dokter, dan diberi obat . Yang menyembuhkan siapa? Tuhan tentu saja. Obat dan dokter hanyalah mediator. Ya sama seperti tertekan, psikolog atau orang sekitar yaitu perantara. Mereka penderita tertekan tidak mampu hanya berdoa saja untuk kesembuhannya tanpa adanya suppot system dari orang sekitar. Jika berdoa saja bisa menyembuhkan tanpa diikuti dengan usaha, tidak ada gunanya peran dokter di dunia ini.

Klik & Baca Juga :  10 Jurusan Paling Banyak Peminat di SNMPTN UNPAD 2022/2022

Ungkapan penduduk awam bahwa jikalau mau pulih dari gangguan jiwa, terutama gangguan tertekan “yang mampu menyembuhkan dirimu ialah dirimu sendiri!” Itu tidak benar. Gangguan jiwa apapun, apalagi lagi gangguan depresi tidak bisa menanti hadirnya kemauan untuk pulih tanpa dibawa berobat dahulu ke psikiater atau konsultasi ke psikolog. Justru pinjaman pengobatan dari psikiater dapat membantu menyeimbangkan kimia di otak sehingga moodnya akan berkembangdan konsultasi psikoterapi jauh lebih mungkin dipahami oleh orang yang mengalami gangguan depresi.

Setelah itu barulah bisa dibutuhkan muncul kemauan untuk pulih. Proses pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri. Sama dengan orang yang mengalami penyakit berat apapun, di ketika itulah beliau sungguh butuh santunan sosial dari keluarga dan masyarakat yang membantunya untuk mampu kembali beraktifitas seperti dahulu. Karena itu bagi masyarakat awam, apalagi lagi para tokoh agama dan sesama anggota komunitas keagamaan, mari kita membangun kepedulian dan kemurahan hati untuk mendukung orang yang sedang mengalami gangguan jiwa seperti gangguan frustasi dengan menghapus stigma kurang iman.

Klik & Baca Juga :  Daya Tampung & Peminat SBMPTN UM 2022/2022 (Universitas Negeri Malang)

Kamu tidak mesti menentukan antara Tuhan dan mental health profesional. Karena mental health adalah perantara Tuhan memperlihatkan kesembuhan terhadap kau, tanpa kau melalaikan proses perjuangan dan berdoa. Pada pada dasarnya adalah jangan menjudge orang penyintas frustasi dan mental illness yang lain. Karena kita nggak tau seberapa survive mereka dalam menjalani hidup.

DISCLAIMER : !!!


Dapatkan berita Indonesia terkini viral, trending, serta terpopuler hari ini dari media online Badaksatu.com melalui platform Google News.


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.