Cara Menghilangkan Rasa Malas Kamu dengan Metode Woop

thumbnail badak satu
Jangan lupa join channel telegram kami, untuk mendapatkan informasi terbaru. Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial

Berpikir aktual itu boleh-boleh aja. Asal kita juga sadar dengan realita dan punya agresi untuk mewujudkan keinginan kita. Dan kali ini kita akan bahas perihal sistem WOOP  (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) utamanya dalam menolong kita berguru.

Gimana sih cara nyatuin impian kita dengan kenyataan yang
ada? Gimana caranya meraih apa yang kita mauh? Itu mungkin jadi pertanyaan kamu
ya?

Berpikir faktual penting untuk mewujudkan impian. Kita nggak boleh jadi orang yang mudah nyerah. Mau lulus SBMPTN? Ya kita harus berpikir positif dulu, dan yakin dahulu bila kita bisa. Mau juara kelas? Yakin dahulu….!!! Pasti mampu. Tapi ingat, kita juga dilarang berpikir faktual yang berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu…. Nggak baik kan? Karena menurut psikolog dari University New York. Gabriele Oetinggen (Psikolog). “Berpikir positif berlebihan itu, ternyata dapat membuat kita kehilangan energi untuk berjuang mewujudkan keinginan”.

Ketika kita terlalu percaya, mampu lulus cobaan! Ini malahan mampu bikin kita malas untuk berguru. Malas berguru  ya bisa-mampu nggak lulus ujian. Hal ini mampu terjadi sebab berpikir terlalu positif, bisa menjebak kita pada yang namanya Mental Attainment atau dalam Bahasa Indonesia nya pencapaian mental. Mental Attainment ialah kondisi dimana otak merasa telah menerima apa yang kita inginkan an membuat kita menjadi malas untuk berupaya.

Klik & Baca Juga :  Akreditasi USN (Universitas Sembilanbelas November Kolaka) 2022/2022

Penelitian lain yang dijalankan oleh University of Waterloo Kanada. Menyebutkan bahwa  “ Berpikir kasatmata fapat memajukan rasa yakin diri seseorang. Tetapi hal itu hanya kuat pada orang yang memiliki akidah diri yang tinggi.”

Orang dengan doktrin diri yang rendah, nggak akan
terpengaruh.Hemzz, jadi kita harus gimana donk? Apa kita mesti jadi orang yang berpikiran
negatif dan malah putus impian? Ya…ngga gitu juga sih…

Berpikir aktual itu tetap perlu. Tapi tetep harus realistis! Ini namanya Mental Contrasting atau dalam Bahasa Indonesia nya adalah Pengkontrasan mental. Gabriele Oettingen bilang “ Kita boleh berhayal soal kurun depan, tapi agar otak kita tidak terlena. Kita tetap mesti membenturkan dengan realita yang ada!” Dengan cara ini, kita dapat mengidentifikasi kelemahan, yang menjadi hambatan, untuk meraih impian kita.

Salah satu cara menerapkan mental Contrasting ini, adalah dengan melaksanakan suatu tata cara yang disebut dengan Woop yang terdiri dari (Wish, Outcome, Obstacle, Plan).

1. Wish (Harapan)

Buat keingan dulu. Apa sih cita-cita yang ingin kita raih?
Misalnya dalam waktu akrab kita bakal ada cobaan, kita mampu set:

  • Dapat nilai cantik atau
  • Lulus Ujian, mampu selaku wish kita.

2. Outcome (Hasil)

Bayangin gimana jikalau kita itu berhasil lolos ujian. Seneng kan? Legah gitu, mampu nilai yang membuat puas. Intinya kita tetap mesti berpikir nyata. Yaki bila kita bisa! Tapi tetap jangan berlebihan.

Wish dan Outcome ini ialah bagian dari berpikir konkret. Tapi itu aja belum cukup! Karena kita harus lihat kenyataannya melalui tahapan berikutnya ialah:

3. Obstacle (Hambatan)

Apa sih kendala yang membuatkita nggak bisa mencapai wish? Kalau kita ingin lulus ujian tetapi malas belajar dan lebih suka main dengan sahabat, itu yaitu Obstacle kita. Malas belajar dan kebanyakan nongkrong sama temen. Nah terakhir ni.

4. Plan (Rencana)

Kita mesti punya rencana untuk meghadapi Obstacle kita. Rumusannya “ Jika ‘terjadi hambatan’ maka kerjakan suatu ‘aksi’.

Klik & Baca Juga :  Daya Tampung & Peminat SBMPTN UPN Veteran Jakarta 2022/2022

Nah itu tadi pola penerapan sistem woop, dalam mencar ilmu.
Nah gimana? Kebayangkan? Dan bekerjsama metode wood ini, bisa kita pakai nggak
cuman untuk mencar ilmu. Kalau kau punya wish lain… kau mampu nerapin cara ini.
Coba kira-kira apa wish yang sedang kamu pengen? Terus gimana penerapan woop nya?

Kaprikornus “Berpikir kasatmata dan yakin kita bisa meraih mimpi kita itu, bantu-membantu sah-sah saja. Asalkan jangan lupa. Supaya mimpi kita mampu jadi kenyataan… maka kita tetap mesti berusaha punya aksi dan planning. “

Setelah punya plan dan planning. Apakah hasilnya akan sesuai
dengan cita-cita kita? Nah disinilah kita perlu yang namanya evaluasi Plan kita.

Nah hingga disini dahulu sobat kampus. Semoga tips kali ini
bisa membantu kau dalam menetralisir kebudayaan malas.

DISCLAIMER : !!!


Dapatkan berita Indonesia terkini viral, trending, serta terpopuler hari ini dari media online Badaksatu.com melalui platform Google News.


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.