“Kamu tipe orang yang kongkret atau idealis, sih?” Kalau kau ditanya pertanyaan seperti itu, kira-kira apa yang hendak kau jawab? Idealis kah? Realistis? Atau variasi di antara keduanya?
Sebenarnya, batas antara realistis dan idealis itu ada di mana, sih?
Orang yang kongkret condong untuk melihat fakta yang sedang terjadi di hadapannya kini. Mereka mengecek berdasarkan duduk perkara yang ada, dan berupaya untuk menyelesaikan satu duduk perkara itu. Langkah yang diambil cenderung lebih waspada, lebih responsif, juga mereka skeptis dalam menyaksikan dunia.
Baca Juga: 2 Alasan Penting Berpikir Kritis dan Rasional
Sedangkan orang yang idealis senantiasa menyaksikan dari kacamata “sebaiknya”. Idealisme sendiri yakni keyakinan atas hal atau suatu yang dianggap benar oleh yang bersangkutan. Kebenaran itu mampu berasal atau bersumber dari pengalamannya, pendidikannya, budaya atau kebiasaannya. Idealisme dapat termanifestasikan dalam bentuk sikap, sikap, wangsit, usulan atau cara berpikir. Jika mereka beropini A yaitu benar, maka apapun dalil yang kita sodorkan, baginya, A tetap lah A yang paling benar.
Bagaimana tidak, selama kuliah, kita diajarkan untuk menyaksikan dunia sebagai “gimana sebaiknya”, bukannya “gimana dunia selama ini melakukan pekerjaan ”. Sama mirip teladan pikir seorang akademisi, bukan seorang praktisi. Dalam teori, mampu saja inspirasi tertentu terdengar anggun, namun saat masuk ke “dunia bantu-membantu” atau yang biasa kita kenal sebagai industri, belum tentu pandangan baru itu ialah balasan yang paling pas.
Baca Juga: Cara Mengetahui Apa Itu Sesat Berpikir (Logical Fallacy)
Menimbang kedua hal tersebut timbul pertanyaan “Apakah benar orang-orang idealis itu tidak disenangi? Karena, faktanya, bukankah orang yang “berhasil” yakni rata-rata orang-orang yang kongkret? Namun, jika kita sering membaca biografi atau cerita-cerita mahir milik tokoh-tokoh dunia, bekerjsama, orang-orang idealis itu tak senantiasa jelek. Tetapi, begitu pula sebaliknya, orang-orang realistis juga tak senantiasa baik.
Katakanlah siapa saja atau pemimpin besar di bumi ini, maka orang tersebut pada mulanya selalu mempunyai idealismenya sendiri yang pada karenanya menghantarkannya terhadap kesuksesan. Atau mungkin kalau ingin memakai pembuktian, coba kamu cari pemimpin atau orang besar dunia yang tak punya idealisme, mungkin tidak ada.
Tidak mungkin seorang insan cuma mengikuti arus realistis selama-lamanya, atau hidup akan menjadi statis. Tidak mungkin juga seorang manusia hanya memprioritaskan idealismenya semata dengan mengacuhkan kenyataan jikalau tak mau dikatakan seorang pemimpi.
Bukan bermakna menjadi idealis yaitu salah. Seseorang tetap butuh nilai ideal yang dia anut untuk menjadi satu tujuan perbaikan. Tapi, jalan menuju ideal itu bukan cuma satu. Realistis dan ideal itu mesti berjalan beriringan, bukannya berlawanan.
Sepertinya tidak ada orang yang seratus persen idealis dan seratus persen kongkret. Se realistis apapun mereka, tetap saja ada ideal yang mereka pendam, jauh dalam lubuk hati mereka.Tanpa adanya perilaku realistik, idealisme cuma akan menjadi angan-angan belaka. Sikap idealis tanpa sifat kongkret hanya akan menjadi bunga tidur dalam kehidupan yang tidak lebih baik dari imajinasi.
Perlu ada keseimbangan koheren antara sifat idealisme dan realistis biar menjadi insan seutuhnya. Sikap kongkret diharapkan untuk mengetahui dan meyakini kondisi riil di lapangan. Sedangkan perilaku idealis dibutuhkan untuk memperbaiki atau menyempurnakan kelemahan yang terjadi dalam kenyataan.
DISCLAIMER : !!!
Dapatkan berita Indonesia terkini viral, trending, serta terpopuler hari ini dari media online Badaksatu.com melalui platform Google News.
Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.
Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.
Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.
