5 Tips Mengatasi Sifat Pemalu dalam Hidup

thumbnail badak satu
Jangan lupa join channel telegram kami, untuk mendapatkan informasi terbaru. Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial

Pernah nggak sih kau cemas kalo tiba-tiba ditunjuk guru atau dosen buat jawab pertanyaan, padahal kadang kau tahu jawabannya.

Kalau ketemu orang gres, grogi banget rasanya mau mulai percakapan, galau nih nyari topik obrolan takutnya garing, bahkan nggak mampu buat liat mukanya. Terus, pas diajak ngomong nggak berani natap matanya. Sifat malu hampir dimiliki sebagian orang. Tapi kamu tahu nggak sih definisi dari malu itu sendiri.

Baca Juga: 5 Ciri Bahwa Kamu Seorang Introvert

Menurut American Psychological Association (APA), rasa malu itu ialah tendensi atau kecenderungan untuk merasa canggung, khawatir, atau tegang  utamanya saat berada di lingkungan sosial, oleh orang yang tidak diketahui .

Biasanya orang-orang yang termasuk sangat pemalu memperlihatkan gejala, mirip berkeringat, jantung yang berdegup kencang, perasaan negatif tentang diri mereka, kekalutan tentang gimana orang lain memandang mereka, sampai kepada harapan buat menjauhi interaksi sosial. Pada biasanya orang pemalu mempunyai kecenderungan untuk overthinking. Misal yang ada dipikirannya, “habis ini saya ngomong apa ya?”, “cara ngomongnya bener gak sih” padahal overthinking ini sebenernya bisa jadi ngasih dampak negatif.

Baca Juga: Apa Tipe Kepribadianmu? Ayo Pahami!

Tau nggak sih sifat malu itu bahwasanya wajar dan itu masuk akal. Sifat malu menjadi memiliki masalah saat sifat malu mulai mengusik kehidupan orang tersebut secara signifikan, atau ketika tercipta keadaan di mana mereka justru menghindari apa yang sebaiknya mereka kerjakan mirip misal menyingkir dari perbincangan dengan teman kerja, kesulitan berinteraksi dan lain sebagainya.

Klik & Baca Juga :  Contoh Soal UTBK SBMPTN 2022/2022 Saintek dan Soshum + Jawaban

Ada Nih Tips dan Trik Menghadapi Sifat Malu. Simak ulasannya ya.

1. Fake It Until You Make It

Walaupun terdengar seperti mantra penyemangat biasa, ternyata mantra fake it till you make it itu di-back up sama observasi. Menurut Kilduff dan Galinsky dikala orang memfokuskan pikiran mereka terhadap goal yang udah disusun, mereka akan condong dipersepsikan lebih asertif, lebih proaktif, dan dipandang punya keyakinan diri yang tinggi.

2. Coba Jangan Berekspektasi Tinggi Sama Diri Sendiri

Ketika seseorang mengharapkan ekspektasi tinggi ke dirinya, maka bunyi kritik di dalam kepala mereka akan mempunyai suara yang lebih keras. Hal ini juga sesungguhnya merupakan salah satu ciri dari orang yang pemalu, mereka cenderung punya ekspektasi tinggi dan risikonya gak kongkret kepada dirinya dikala melakukan sesuatu. Mereka akan lebih “jahat” saat menilai diri mereka. Makanya, kau perlu menjajal untuk jangan terlalu keras sama diri kamu sendiri. Kamu tadi pas ngomong belibet atau kamu pas ngelucu garing, oke gak apa-apa jangan terlalu dipikirkan. Sadari bahwa orang mungkin gak akan inget apa kesalahan yang kamu kerjakan dan kamu senantiasa mampu menganggap ini sebagai pembelajaran. Selalu lah menyaksikan sesuatu yang telah terjadi dari sudut pandang nyata. Itu akan menciptakan diri kau lebih terpacu untuk memperbaiki kesalahan.

Klik & Baca Juga :  8 Jurusan yang Sepi Peminat di SBMPTN UNM

3. Coba Sadari Apa Yang Terjadi Dalam Pikiran Kamu Saat Overthinking

Pas overthinking, lazimnya kan kita memonitor semua sikap yang kita kerjakan. Kita ngatur gimana harusnya ekspresi kita bergerak atau gimana kaki dan tangan kita bergerak pas lagi penyajian atau lagi jalan. Nah, di satu segi, ini anggun alasannya kau jadi sadar atas apa yang terjadi saat itu, tapi kalo kamu melakukannya dan merasa khawatir atas hal yang bakal kamu lakukan, mendingan kamu sadar bahwa kegundahan itu hanya terjadi di anggapan kamu yang mau mengganggu fokus kamu. Fokus aja sama hal yang lagi kau lakukan dan fokuslah pada ketika itu. Supaya kamu bisa berhenti mengkritik diri kamu sendiri di dalam kepala kau, yang sering kali mampu jadi cuma asumsi atau kegundahan kita yang terlalu berlebihan terhadap hal yang bakal terjadi.

4. Mulailah Dengan Satu Pertanyaan

Menurut Carducci, orang yang  pemalu condong berpikir jika mereka tidak bisa membuat perbincangan yang menawan, yang asyik. Alih-alilh berkonsentrasi pada “aku nggak asik ya diajak ngobrol” atau “kayaknya obrolan saya nggak nyambung ya”, cobalah mulai dengan menggali isu perihal musuh bicara kau. Siapa mereka? Apa pekerjaan mereka? Hobi mereka? Hal ini dikarenakan, sebagian orang itu suka saat mereka mengatakan wacana diri mereka dan siapa tahu kalian bakal memperoleh orang yang punya hobi yang serupa dengan kamu atau orang yang menawan. Menanyakan hal seperti itu akan lebih berfaedah bukan.

Klik & Baca Juga :  Daya Tampung & Peminat SBMPTN UNNES 2022/2022 (Universitas Negeri Semarang)

5. Keluar Dari Zona Nyaman

Salah satu cara untuk menangani sifat malu kamu yakni berbagi rasa yakin diri di aneka macam daerah dalam kehidupan kamu. Ingat, rasa malu itu masuk akal. Biasanya cuma terjadi di fikiran. Jadi, pada balasannya rasa khawatir, ketakutan untuk gagal, ketakutan ditolak, dan ketakutan akan dipermalukan itu tidak sebaiknya menghentikan langkahmu untuk membuatkan diri. Kamu harus take action. Kaprikornus, kau mesti mencoba hal-hal gres, menjadi tak takut akan apapun, handal, dan mempunyai akidah bahwa kamu mampu mencapai lebih banyak dalam hidup.

Cobalah buat keluar dari zona nyaman kau dan berpartisipasi aktif di banyak sekali kegiatan yang memaksa kau untuk banyak berinteraksi dengan orang atau berbicara di depan biasa . Misal untuk kau yang kuliah, coba deh mulai ikut banyak organisasi atau kepanitiaan dan masuk ke divisi yang mewajibkan kamu berafiliasi dengan banyak orang. Kalo kau udah kerja? Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk ikut aktivitas volunteer yang mengharuskan berjumpa dengan orang baru.

Nah, dari bahasan tadi, kok kayaknya punya sifat malu itu buruk ya? Eits nggak selamanya buruk kok. Pemalu juga punya beberapa hal aktual. Salah satunya ialah waktu mengambil keputusan. Orang pemalu cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan sebab biasanya memikirkan apa-apa saja yang mau terjadi. Jadinya kau cukup mempertimbangkan banyak hal, walaupun jika berlebihan juga tidak baik. Intinya jadi pemalu itu ada sisi kasatmata dan negatif nya. Kalau kamu tidak mau dirugikan alasannya adalah sifat pemalu cobalah untuk mengganti sifat pemalu itu menjadi yakin diri secara perlahan tetapi pasti.

DISCLAIMER : !!!


Dapatkan berita Indonesia terkini viral, trending, serta terpopuler hari ini dari media online Badaksatu.com melalui platform Google News.


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.