Bacalah Daftar Isinya :
Hallo orang-orang baik dan para pecinta kucing sedunia dimanapun berada. Saya pecinta kucing dan penulis di website Badaksatu.com yang akan membagi kiat-kiat pada kalian untuk merawat, kasih makan, kasih vitamin, memandikan dan-lain-lain. Nah, disini aku akan membagikan buat anda dirumah dengan pembahasan materi “Kucing Tanpa Kandang“. Berikut dibawah ini penjelasan materinya, Check This Out…
Meskipun kucing terlihat seperti binatang berdikari, kucing peliharaan juga membutuhkan perawatan yang baik untuk menjaga mereka tetap sehat. Ada dua cara untuk memegang kucing Anda sendiri, di dalam sangkar dan tanpa sangkar.
Sebenarnya, kedua metode ini membutuhkan perawatan yang sama, namun merawat kucing tanpa kandang bisa disebut lebih baik, karena kucing lebih suka ruang yang lebih luas untuk bermain dengan bebas dan menangkal kucing yang stres, mirip kucing yang disimpan dalam kandang.
DAFTAR ISI :
- 1 Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang Bagi Pemula
- 1.1 1. Lakukan inspeksi tahunan
- 1.2 2. Sterilkan kucing
- 1.3 3. Sisir bulu kucing
- 1.4 4. Bersihkan gigi kucing
- 1.5 5. Sediakan daerah khusus
- 1.6 6. Siapkan daerah kotoran
- 1.7 7. Pelajari jenis makanan kucing
- 1.8 8. Beri makanan kucing secara terorganisir
- 1.9 9. Biarkan kucing bermain dengan makanannya
- 1.10 10. Kenalkan binatang peliharaan lainnya
- 1.11 11. Potong kuku secara terencana
- 1.12 12. Lakukan pembersihan dan vaksinasi
- 1.13 13. Tutup rapat tempat sampah
- 1.14 14. Siapkan kawasan menggaruk
- 1.15 15. Berikan minum yang cukup
- 1.16 16. Catat tanda-tanda penyakit kucing
- 1.17 17. Ajak kucing untuk bermain
Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang Bagi Pemula
Berikut ini terdapat beberapa cara merawat kucing tanpa sangkar bagi pemula, terdiri atas:
1. Lakukan inspeksi tahunan
Kucing yang dipelihara tanpa kandang, utamanya cara merawat anak kucing Angora, sungguh-sungguh perlu diperiksa setiap tahun karena mereka cenderung berkeliaran di sekeliling rumah. Tes ini sangat dianjurkan untuk mendeteksi penyakit pada kucing sebelum memburuk. Selama cobaan, Anda juga dapat mendiskusikan kesehatan atau perawatan kucing dengan dokter hewan. Juga jelaskan apakah kucing mengandung hal-hal yang berlawanan, mis. B. cara mengeong, cara berlangsung, makan, dan bagaimana kucing berperilaku.
Pemeriksaan tahunan ini juga menawarkan vaksin kucing dan menyelidiki tinja untuk mengidentifikasi benalu tinja, yang sangat penting jika kucing Anda sering bermain di luar rumah. Jika terbukti bahwa kucing mempunyai penyakit dalam atau penyakit lain, perawatan diberikan.
2. Sterilkan kucing
Kucing steril dengan operasi kastrasi sangat ideal untuk mendukung sifat kucing yang suka berlangsung-jalan dan juga buang air kecil asal-asalan. Operasi ini juga sangat bagus dikerjakan untuk melindungi kucing Anda dari aneka macam penyakit mirip tumor dan juga kanker. Pada kucing betina, operasi ini juga merupakan cara untuk meminimalisir kelahiran kucing yang tidak diharapkan. Operasi kastrasi mungkin direkomendasikan oleh dokter berusia 2 sampai 6 bulan.
3. Sisir bulu kucing
Kucing yang tidak disimpan dalam kandang lebih condong berkeliaran di mana-mana, sehingga mereka perlu dibersihkan secara teratur atau disebut selaku perawatan. Jika kucing Anda berambut panjang, pilih sikat jarum untuk menyisir bulu kucing. Sementara jas hujan sikat datar dapat dipakai untuk kucing berambut pendek.
Kuas segitiga yang lebih kecil juga dapat digunakan untuk menyisir bagian badan kucing mirip telinga dan wajah. Sementara kucing berbulu panjang yang tidak bergigi berpengaruh dapat diseleksi untuk menyisir gigi, gigi dapat dipilih untuk kucing berbulu pendek.
Sedangkan untuk anak kucing, Anda bisa memakai sisir kecil dan juga lunak. Merawat atau menyisir rambut kucing juga penting untuk menghilangkan bulu kucing yang mati, rumpun, membersihkan kutu, menghilangkan jamur dari kucing, merinding pada kulit kucing, dan sirkulasi ke badan kucing.
4. Bersihkan gigi kucing
Tidak hanya anjing yang memerlukan sikat gigi, tetapi juga gigi kucing perlu dibersihkan secara terstruktur. Gunakan sikat gigi lembut dan pasta gigi kucing. Hindari memakai pasta gigi manusia karena mengandung fluor, yang beracun bagi kucing. Biarkan kucing mencoba pasta gigi untuk membiasakan diri dengannya. Keesokan paginya, Anda mampu memakai jari untuk mengoleskan pasta gigi ke gusi dan gigi atas. Lakukan hal yang sama pada hari selanjutnya, namun gunakan sikat gigi. Oleskan pasta gigi dalam gerakan memutar dari belakang ke depan.
Sikat gigi kucing Anda secara sedikit demi sedikit dari luar ke luar dalam waktu sekitar 30 detik. Perawatan gigi sungguh penting sebab banyak penyakit kucing bekerjasama dengan gigi dan gusi kalau tidak dirawat dengan baik. Bakteri dan plak mampu masuk ke pemikiran darah kucing dan mengakibatkan banyak sekali penyakit mirip penyakit ginjal dan jantung, sakit di lisan, gangguan makan, dan pergantian gigi.
5. Sediakan daerah khusus
Kucing tidak memakai kandang, tetapi mereka juga memerlukan daerah khusus yang empuk, nyaman, dan memperlihatkan privasi sehingga kucing dapat berleha-leha dan beristirahat. Juga tambahkan bantal atau selimut lembut dan cuci secara teratur untuk menjaganya tetap higienis
6. Siapkan tempat kotoran
Tidak seperti kucing yang disimpan di dalam kandang, kucing yang bebas mesti tetap higienis saban hari sebab kucing suka buang air besar dan mencegah penyakit kulit kucing. Persiapkan kotak kotoran yang bersih agar kucing tidak buang kotoran di daerah lain. Jika Anda mempunyai lebih dari satu kucing, persiapkan lebih banyak ruang sampah daripada jumlah kucing yang dipelihara di area yang berlainan sehingga kucing tidak laga.
7. Pelajari jenis kuliner kucing
Untuk mempelajari lebih lanjut perihal jenis masakan kucing, Anda dapat meminta usulan dokter Anda wacana makanan kucing berkualitas lebih spesifik. Ikuti isyarat pada label yang mengukur takaran pakan kucing berdasarkan berat tubuh, usia, dan tingkat acara. Tetapi lazimnya kucing lebih senang makan dalam takaran kecil, namun sering. Jangan memberi kucing masakan manusia kecuali dokter hewan menyarankan. Beberapa masakan manusia mampu membuat kucing sakit atau bahkan meracuni mereka.
Kucing ialah binatang karnivora yang memerlukan pakan binatang yang mengandung banyak asam amino esensial atau unsur protein sehingga kesehatannya tersadar dengan baik. Juga sediakan kucing air putih bersih dan hindari makan, karena kucing ini sukar dicerna.
8. Beri makanan kucing secara terstruktur
Untuk mencegah kucing mencari junk food, beri makan secara terstruktur untuk menggemukkan kucing saban hari.
- Jika kucing tidak mendapatkan kuliner kering, cobalah memberi 2 hingga 3 kali sehari dalam jumlah kecil.
- Jika Anda menerima masakan kaleng, secepatnya buang kuliner yang belum dimakan kucing setelah 30 menit.
- Tambahkan juga buah-buahan dan sayuran yang telah dimasak mirip jagung, brokoli, atau melon, dan hindari kudapan instan.
- Untuk anak kucing berusia 6 sampai 12 minggu, kuliner bisa diberikan 4 kali sehari.
9. Biarkan kucing bermain dengan makanannya
Untuk menghalangi kucing keluar rumah terlalu sering dan tidak jenuh, biarkan kucing bermain dengan makanannya. Simpan kuliner kucing dalam wadah, bor lubang di sisi wadah dan biarkan kucing bermain dengannya untuk mendapatkan kuliner. Metode ini sangat sesuai untuk mempertahankan kegiatan kucing dan meminimalisir sifat stres kucing.
10. Kenalkan hewan peliharaan yang lain
Biarkan kucing Anda bermain dengan kucing peliharaan lainnya untuk membiasakan diri dengan busuk kucing baru dengan menunjukkan lembaran kucing lain. Berikan kucing makanan dalam wadah yang berlawanan sehingga mereka mampu berguru menangani bau kucing lain.
11. Potong kuku secara terorganisir
Selain itu, potong kuku kucing Anda secara terorganisir dua kali sebulan untuk menghalangi kucing merusak mebel di rumah Anda. Kucing secara alami memakai cakarnya, tetapi kucing rumahan perlu disembelih secara terencana.
12. Lakukan pencucian dan vaksinasi
Jangan lupa untuk menunjukkan vaksinasi yang berlawanan kepada kucing Anda biar kucing Anda sehat dan bebas dari penyakit berbahaya seperti merawat kucing dengan kekurangan. Vaksinasi sungguh penting untuk menghalangi leukemia, rabies dan juga FIV. Untuk mengenali jenis vaksin apa yang diharapkan, Anda mampu menghubungi dokter hewan Anda.
13. Tutup rapat tempat sampah
Kucing yang tidak disimpan di kandang lebih cenderung memeriksa seluruh isi rumah. Karena itu, pastikan semua wadah tertutup rapat biar kucing tidak makan sampah.
14. Siapkan tempat menggaruk
Selain memotong kuku, alternatif lain untuk memegang kuku kucing yakni merencanakan kawasan untuk menggaruk atau menggaruk sehingga kuku tetap kusam dan tidak dapat melukai orang atau merusak furnitur. Sediakan area tabrakan yang stabil yang yang dibuat dari bahan bergairah seperti goni atau kulit pohon sehingga kucing dapat menggaruknya.
15. Berikan minum yang cukup
Kucing memang hewan yang sudah berkembang dari nenek moyang mereka di padang pasir, jadi haus tidak cocok dengan anjing. Kucing juga cukup minum, yang mampu didapat dari kuliner.
Kucing bisa mendapatkan 78% kadar air dari kuliner kaleng, sementara masakan kering mengandung 5 sampai 10%. Saat Anda memberi makanan kering pada kucing, Anda juga menyediakan air bersih yang mudah diakses. Memastikan kucing Anda minum sesuatu juga ialah cara terbaik untuk merawat kucing kehilangan cairan tubuh .
16. Catat gejala penyakit kucing
Jika kucing Anda sakit dan kucing tidak mau makan, secepatnya bawa dia ke dokter hewan. Ada beberapa tanda-tanda kucing sakit yang umumnya terjadi, mirip:
- Mata: Kucing yang sakit keluar, mata merah, juling, katarak, dan sering tergores.
- Telinga: Telinga kucing sakit, gatal, gatal dan berbau.
- Breathing: Masalah pernapasan kucing terjadi pada kucing yang sering bersin dengan cairan, batuk terus menerus, dan kesulitan bernapas.
- Kulit: Ada benjolan, benjolan, pembengkakan, luka, gatal yang berlebihan dan kulit yang berubah menjadi kuning.
17. Ajak kucing untuk bermain
Agar kucing terus bergerak selama berolahraga, dorong kucing untuk bermain dengan mainan mirip bulu, mainan tikus atau bola kertas, pancing, dan senter. Bermain dengan kucing juga sangat penting supaya kucing bisa merasa di tangan yang baik.
Cara merawat kucing tanpa sangkar sebenarnya tidak jauh berlawanan dengan memakai kandang. Perlu dicatat bahwa untuk argumentasi keamanan, kuku kucing disimpan pendek dan diberi makan secara teratur dan vaksin digunakan untuk menangkal kucing dari sakit.
Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “17 Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang dengan Benar“
Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!
Baca Artikel Lainnya:
- √ Bahaya Obat Manusia Untuk Kucing
- √ Tanda-Tanda Nyeri Pada Kucing
- √ Manfaat Minyak Ikan Untuk Kucing
- √ Cara Menjaga Mood Kucing
- √ Cara Melatih Anak Kucing Munchkin
- √ Tanda Kucing Jantan Berhasil Kawin
DISCLAIMER : !!!
Dapatkan berita Indonesia terkini viral, trending, serta terpopuler hari ini dari media online Badaksatu.com melalui platform Google News.
Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.
Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.
Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.

