Tencent Perlahan Berhenti Mempromosikan PUBG Mobile Game Tempur Yang Sangat Populer

PUBG Mobile
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru

BADAKSATU.COMPUBG Mobile, Pembaruan baru untuk PUBG Mobile, edisi Android dan iOS dari Battle Royales ujung tombak PlayerUnknown’s Battlegrounds, mengingatkan para pemainnya di bawah usia 18 tahun untuk membatasi waktu bermain game mereka.

Pemain PUBG mobile yang menunjukkan bahwa mereka masih berusia di bawah 18 tahun akan diberikan pemberitahuan berupa nasehat ketika mereka memulai permainan.

Pemberitahuan Pop-Up Kemudian Mengingatkan Pemain Untuk Beristirahat Secara Berkala

Tim pengembang ingin memastikan komunitasnya diperlengkapi dengan pilihan yang didasarkan pada informasi ketika mereka login ke PUBG Mobile. Manajer Tencent Games Vincent Wang menjadikannya sebagai langkah proaktif dalam memastikan ratusan juta pemain di seluruh dunia dapat terus menikmati PUBG Mobile secara berkala.

Namun, sistem Manajemen Gameplay ini diperkirakan berakar pada upaya PUBG Mobile untuk mendapatkan persetujuan pemerintah. Perusahaan telah mencari cara untuk memverifikasi usia pengguna muda untuk menegakkan batas waktu bermain.

Arena of Valor yang dibuat sesuai dengan League of Legends telah memiliki sistem Manajemen Gameplay yang kembali diperkenalkan sebagai tanggapan atas kekhawatiran akan efek buruk dari kebiasaan bermain.

Klik & Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Smartphone Vivo S1 Pro

Tencent Perlahan Berhenti Mempromosikan PUBG Mobile Game Tempur Yang Sangat Populer

Pengembang Tencent telah berhenti menawarkan game battle multi-pemain yang sangat populer yakni PlayerUnknown BattleGrounds yang telah ditargetkan untuk dilarang di tiga negara lain.

Karena seringkali disamakan dengan cerita yang ada di buku blockbuster dan film seri populer seperti The Hunger Games, PUBG mengadu karakter satu sama lain dalam pertarungan sampai mati dan telah menjadi salah satu game mobile terpopuler di dunia.

Tetapi pihak berwenang di Irak, Nepal dan negara bagian Gujarat telah bergerak untuk melarang game PUBG mobile karena khawatir hal itu dapat memicu kekerasan.

Tencent telah menawarkan versi seluler PUBG Mobile yang diterbitkan oleh anak perusahaan perusahaan Korea Selatan yakni Bluehole selama sekitar satu tahun.

Tetapi sebuah posting di akun resmi game di platform Weibo yang populer di China mengatakan “pengujian” untuk “PUBG Mobile” telah berakhir, kemudian terdapat sebuah indikasi yang jelas bahwa Tencent gagal mendapatkan persetujuan dari otoritas China untuk menawarkannya secara permanen.

Klik & Baca Juga :  Industri E-sports Indonesia di Tahun 2021

Alih – alih, itu mengarahkan para pengguna ke game lain yang judulnya berlisensi Tencent, yang baru diluncurkan dan hampir sama yang disebut “Game for Peace”.

Sebuah posting Tencent terpisah mengatakan para desainer “Game for Peace” meminta saran dari angkatan udara China dalam mengembangkan game yang mungkin membantunya untuk mendapatkan persetujuan.

AFP Tidak Segera Menghubungi Tencent Untuk Berkomentar

Tencent telah terguncang oleh tindakan keras pemerintah China terhadap game yang diluncurkan beberapa tahun lalu yang telah mencabut persetujuan dari sebuah game yakni PUBG mobile.

Game smartphone telah melonjak dan telah menjadi hal yang populer di China, khususnya judul game multi-pemain seperti Honor of Kings, sehingga menjadikan negara Cina sebagai pasar industri game terbesar.

Tetapi kekhawatiran resmi atas kecanduan game mendorong pemerintah tahun lalu untuk memberlakukan sebuah kontrol baru seperti membatasi jumlah rilis game baru dan perlindungan yang mengurangi waktu bermain bagi para pemain yang masih berada di bawah umur.

Meski, saham Tencent yang terdaftar di Hong Kong malah naik 1,05 dengan para analis yang mengatakan bahwa “Game of Peace” akan memberikan perusahaan sesuatu yang baru terhadap dana yang di investasikan ke dalam game PUBG Mobile.

Klik & Baca Juga :  Inilah Hero-hero Dota 2 Dengan Berbagai Kemampuan

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.