Mengapa Timnas Mobile Legends Indonesia Gagal Saat SEA Games?

Mengapa Timnas Mobile Legends Indonesia Gagal Saat SEA Games
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru

BADAKSATU.COM – Mengapa Timnas Mobile Legends Indonesia Gagal Saat SEA Games? Sea Games cabang Mobile Legends baru saja dirilis tahun 2019 kemarin. Tentunya banyak yang antusias dengan hal ini. Namun, Timnas Mobile Legends Indonesia gagal meraih emas di SEA Games 2019.

Berhasil menembus grandfinal, Oura dan yang lainnya harus menerima kekalahan tipis 2-3 di partai penentu itu. Kekalahan ini tentu menyakitkan, menengok Indonesia merupakan unggulan pertama di cabang MLBB SEA Games, menengok kiprah mereka di MPL season 4 sampai Piala Dunia M1. Lalu, mengapa timnas MLBB Indonesia gagal saat SEA Games 2019?


Persiapan kurang, jadwal padat

Tak bisa dipungkiri bahwa persiapan timnas Mobile Legends jelang SEA Games terbilang kurang. Hal ini didasari jadwal padat para pemainnya yang masih harus memikirkan tim di MPL sampai M1. Bayangkan saja, latihan hanya berlangsung seminggu, bahkan mungkin kurang setelah M1 selesai. Penyatuan chemistry antara empat pemain EVOS dengan dua pemain dari Onic pun dirasa belum maksimal.

Klik & Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Smartphone Samsung Galaxy A30s

Drama

Sejak pembentukan timnas Mobile Legends, drama tak berhenti di sini. Mulai dari keluarnya Andrian Pauline dari panitia kerja, sampai pemilihan roster yang simpang siur. Memang ada pelatnas, tapi sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sistem yang berubah-ubah pada pemilihan akhir.

Bahkan ketika 7 orang terpilih, beberapa pekan jelang perhelatan, Antimage dicoret karena slot maksimal yang harus dipenuhi. Belum lagi jelang SEA Games dimulai, ada pergantian posisi manajer dari Erick Herlangga menjadi Frans Volva. Meskipun keduanya tetap berada di badan tim, tetap saja ini menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan.

Kelelahan

Harus diakui bahwa empat pemain EVOS Legends yang masuk ke roster timnas hampir tak punya waktu istirahat sejak MPL season 4. Tidak ada jeda yang benar-benar worth it jelang SEA Games 2019. Seperti diketahui, M1 digelar sepekan setelah MPL usai.

Setelah itu hanya ada libur seminggu sebelum roster timnas dikumpulkan kembali demi persiapan. Lelah jasmani dan rohani sangat berpengaruh, apalagi mereka bepergian jauh dalam waktu yang singkat.

Klik & Baca Juga :  Yuk Kenalan dengan Pemain Esport Bergaji Tertinggi

Draft Grand Final

Banyak yang mempertanyakan pemilihan hero oleh timnas MLBB Indonesia di grand final, terutama pada game keempat dan kelima. Indonesia seharusnya tahu bahwa dua core Filipina sangat piawai memainkan Esmeralda dan Granger.

Akan tetapi, Tibold memilih melakukan ban kepada Ling dan Khufra. Filipina pun langsung memilih Esme dan Granger pada awal draft. Hal ini menjadi masalah karena Indonesia sebenarnya bisa menghabisi lawan di game ini dan memastikan emas. Kemudian pada game penentu, Indonesia memang mem-ban Esmeralda, tapi Granger kembali terlepas.

Rekt yang memainkan Zhask di game sepenting ini pun menjadi pertanyaan. Bisa dimengerti dia tidak memilih Kimmy karena Filipina sudah mengamankan Lolita, tapi kita tahu Rekt juga bisa memainkan hero hard core dengan burst damage lebih tinggi ketimbang Zhask, entah dari hero MM atau assassin.

Karltzy Nepomuceno

Satu nama, sumber masalah Indonesia. Midlaner Filipina ini benar-benar jadi kendala untuk Oura dan yang lainnya. Kemampuannya benar-benar istimewa. Ketika dia memainkan Esmeralda, tak satu pun pemain Indonesia bisa menyentuhnya. Ketika Esmeralda diban, dia masih mampu memainkan hero lain dengan hebat.

Klik & Baca Juga :  Tuan Rumah The International Dota 2

Buktinya terlihat di game penentu, Karltzy memainkan Lunox yang benar-benar memborbardir Indonesia. Bahkan Chou-nya Donkey harus mati dua kali di early game oleh Karltzy. Sang midlaner bisa dibilang bintang utama Filipina dan jadi faktor kemenangan mereka. Volva sempat berbicara ke GGWP bahwa target Indonesia bukan meraih emas tapi juara.

Melihat faktor-faktor mengapa Timnas Mobile Legends Indonesia gagal saat SEA Games 2019, bagaimana pendapat kalian, apakah timnas MLBB Indonesia pantas mengalami kegagalan?

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi info lowongan kerja yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.